Friday, May 17, 2019

Tuah Sakti Cincin Keramat Abah Rahman

Abah Rahman meluncurkan produk olah batin bernama cincin keramat. Cincin ini telah diisi dengan kekuatan gaib di berbagai tempat keramat. Sehingga di dalam cincin tersebut bersemayam energi baik. Ampuh untuk memajukan tiap sendi kehidupan yang memakainya.

Ada pun tempat tempat keramat yang menjadi sumber kekuatan pada tiap tiap benda keramat Abah Rahman termasuk cincin ini adalah Pemandian Putri Hijau dan Datuk Panglima. Kemudian Makam Keramat Mbah Raden, Syech Said Bahrain, Datuk Panglima Tualang Poso, Datuk Darah Putih, Syech Raden Saleh, Datuk Andan Sari dan tempat tempat yang bernilai magis tinggi tersebar di pelosok daerah.

Lewat serapan energi di tempat - tempat keramat tadi maka terciptalah aneka jimat termasuk cincin keramat yang dimaharkan oleh Abah Rahman kepada khalayak ramai.

Banyak kalangan telah merasakan tuah gaib dari benda benda bertuah hasil olah batin Abah Rahman. Seperti kalangan pejabat, pebisnis, wiraswasta, hingga rakyat jelata.

Cincin keramat ini misalnya sangat cocok dipakai oleh para pimpinan dan Top Manager di instansi pemerintah dan swasta.

Silahkan Anda buktikan keampuhannya. Keyakinan yang kuat adalah modal utama untuk keberhasilan. (***)

Informasi Abah Rahman
081376306023

Wednesday, May 30, 2018

Hati Sang Tubang Gak Klepek-klepek, Inilah Biangnya...

WAJAH oke. Tubuh apalagi. Begitu pula dandanan. Semuanya memikat hati para Adam. Aji pemanis bahkan telah dibuat oleh 3 dukun. Tapi sudah lima tubang kaya yang didekati tak jua membuahkan hasil. Beruntung gadis tak lagi gadis ini kemudian mengenal Abah Rahman. Misi-misi asmaranya itu gagal ternyata disebabkan 'sesuatu' yang sangat tak disangka. Apa itu?

Ini kisah nyata Tasya. "Ya, Tasya, yang itu aja karena (nama komersilku) itu jarang ada tamu yang tahu," tukas Tasya soal satu dari enam nama malamnya. Tasya bisa dibilang anak malam 'paling malam' di Medan. Itu karena sepak terjangnya di kancah dunia dugem. Blusukannya nyaris ke semua kelas kalangan tajir.

Cashing wajah plus lekuk tubuh proporsional, itu yang membuat Tasya dikenal 'sangat layak jual'. Ia muda. Masih 24 tahun. Cantik. Ramah, dan yang pasti, enak diajak ngobrol. Sejak mencebur diri ke dunia malam, tak terhitung sudah lelaki yang mencicipi tubuh elok Tasya. Tapi dewi fortuna masih menjauh darinya.

Karena itu, hidup bergelimang harta masih tetap sebatas angan. Penikmat ragam gaya seks ini belum juga berhasil menjadi perempuan simpanan tetap seorang lelaki berduit. "Semua (lelaki) itu masing-masing selalu menjauh saat mereka mulai menyukaiku. Aneh memang," kata Tasya.  Mendadak menjauh saat satu per satu lelaki target mulai menjadi teman tidurnya, bukan berarti Tasya terancam tak laku. Tidak.

Satu kumbang pergi, 'seribu' yang lain mendekat. Tapi semua hubungan spesial itu masing-masing hanya berlangsung sesaat. Paling hanya sampai tiga kali bermain cinta. Itu yang membuat Tasya tak habis pikir. "Apa yang salah? Di mana salahku?" gugat Tasya dalam keheningan amar kos, nyaris di setiap malam kala sendiri.

Dalam keheningan itu, Tasya lalu mulai berpikir. Mereka-reka masa depannya di Kota Medan. Namun, semakin dipikir, bukan optimisme yang datang, tapi rasa gamang. Haruskah balik ke Perdagangan, kampung sekaligus tempat orang tuanya bermukim?

Hati kecil Tasya menolak. Tekadnya tetap seperti awal. Ia harus sukses. Kaya. Ia harus berjuang untuk maju. Tak peduli apa pun yang bakal terjadi. Tekad itulah yang membuat gadis ini selalu mencari dukun baru lalu -entah untuk kali keberapa- kembali mengisi diri dengan aji pemanis atau pelaris.

"Terakhir 2 bulan lalu," kenang Tasya soal aji pelaris yang dituntutnya. Itu terjadi saat Tasya mulai didekati HT. Laki 50-an tahun itu petinggi sebuah perusahaan rokok ternama. HT sering ke Medan. Dan Entrance, tempat hiburan di kawasan Lapangan Merdeka adalah lokasi kongkow tersering saban HT turun ke Medan. Di sanalah Tasya kali pertama mengenal lelaki mapan itu.

Dan Tasya bukanlah cewek malam kemarin sore. Melihat sikap HT, ia pun mulai bereaksi. Ia elus rambut HT yang memutih. Ia benamkan kepalanya di dada HT. Dan Tasya tak beringsut sebelum lelaki itu memberi jawaban atas reaksinya. Dan lelaki tua itu memang tak mau berlama-lama memberi jawaban. Ia usap rambut Tasya dengan lembut. Membalikkan tubuhnya. Membelai wajahnya. Ia tatap mata syahdunya. Ia ciumi dengan penuh kasih sayang bibir dan lehernya.

Tasya sengaja tak bereaksi. Itu yang membuat mulut HT kian berani. Ia arahkan ciuman itu ke leher bagian samping. Merambat ke bawah, dan berputar-putar di sekitar buah dada. Bagian yang menonjol ini ia ciumi dengan lembut. Ia tekan-tekankan mulutnya, seraya memberi sentuhan, sesekali mengelus dengan tangannya.

Tasya tetap tenang-tenang saja. Namun tak bisa diingkari, nafasnya mulai tidak teratur. Dadanya berdegup kencang, dan matanya yang tadi terbuka mulai terpejam. Dan itu semua ditangkap HT. Tubang itu pun meningkatkan serangan. Tangannya merambat masuk ke balik baju Tasya. Dan terus menyelusup ke arah belakang untuk membuka kancing penutup buah dadanya.

Begitulah. Alih-alih membuat hati HT klepek-klepek padanya, semua layanan ranjang Tasya yang sangat disukai banyak lelaki itu akhirnya malah membuat sang tubang mulai 'atur jarak' secara aneh. Dan  besoknya, lelaki baru pun hadir mengisi keliaran malam-malam Tasya. Tapi seperti sebelumnya, itu pun hanya sesaat.

Belakangan keanehan itu berhasil dibongkar Abah Rahman. Ini paranormal yang sebulan terakhir rajin didatangi atau dikontak Tasya. Selidik punya selidit, kepergian '1001' tubang tajir dari ranjang Tasya memang berlatar tak wajar. Ternyata ada sosok gendruwo yang selalu menguntit malam-malam Tasya.

Itulah fakta mistisnya. Dan ternyata, selama ini Tasya dibangkitkan birahinya oleh gendruwo yang berwujud para tubang eks pasangannya. Gendruwo itu pula yang membuat para lelaki tajir itu kemudian menjauhi Tasya -meski sebenarnya mereka sangat menggila-gilai cewek ini. Sang gendruwo jatuh hati dengan Tasya?

"Ya begitulah. Tapi istilahnya, adik kita ini selama ini ketempel (gendruwo)," jelas Abah Rahman. Dan di tangan paranormal ini pula Tasya kini akhirnya mulai bisa membuat hati seorang tubang barunya klepek-klepek. "Ihh, sangat kusangka ternyata (gendruwo) itu sebabnya. Pantas aneh kurasa selama ini. Untung kali aku akhirnya kenal Abah Rahman,"  sambung Tasya. Hingga Minggu (27/5/2018), Tasya tampak masih terus menjalani ritual bersama Abah Rahman. Tentu guna mengusir makhluk halus bisa bergonta-ganti wujud itu. Ihh.... (***)

Monday, May 28, 2018

Abah Rahman dan Kisah Keajaiban Ritual Pengusir Problem Pasutri

"SIANG itu suamiku pulang dengan wajah lesu. Aku masih ingat betul omongan pertamanya." Terlempar ke masa kelam di tahun baru berlalu, Ny Endah (38) mengenang kisah keluarganya. Ditemui di sela menjalankan rutinitas ritual gaib bersama Abah Rahman.

“Aku di-PHK, kantor mengurangi beban jumlah karyawan dan hanya tersisa sebagian orang,” Endah, ibu 3 anak itu, mengulang pengakuan menghentak suaminya. Itu terjadi pertengahan April 2017. "Mendengar itu, aku," sambungnya, "hanya bisa terdiam. Seumur pernikahanku, itulah momen ketujuh kalinya suamiku kena PHK. Sebelumnya aku menanggapi dengan biasa saja. Sebab saat itu aku masih bekerja dengan gaji yang bisa menghidupi kami berdua." Endah, perempuan asal kawasan Jalan Panglima Denai, Medan, itu terus bercerita.

"Tapi saat suami ter-PHK ketujuh kalinya, kondisi keluarga kami telah jauh berbeda. Aku tak lagi bekerja kantoran. Sering saat itu aku merasa dadaku terhimpit, teringat angsuran motor yang masih kredit. Belum lagi kebutuhan sekolah tiga buah hati kami yang tak sedikit. Macam-macamlah."

"Dan, tanpa menduakan Sang Maha Kaya, tempat kita meminta segala, saat itu saran seorang teman akhirnya mengantar kami pada seorang spiritual. Spiritual yang selalu meminta ijabah-Nya lewat bantuan karomah pada makam-makam orang dahulu yang hidupnya hanya diabdikan untuk beribadah. Dialah Abah Rahman."

Begitulah. Sore itu, Minggu Pahing, 7 Mei 2017, datanglah Endah bersama suaminya, Muhammad Kurnia (41), kepada Abah Rahman. Penekun spiritual ini mereka temui di petilasan Putri Hijau di Delitua, Deliserdang, Sumatera Utara. "Saat ini, persis setahun lalu petaka keluarga kami itu berlalu. Jadi cerita saya ini semacam refleksi mengenang kepahitan itu," ujar Endah.

Seperti Abah Rahman, dia pun masih mengingat ucapannya kali pertama bertemu paranormal itu. “Bah, bantulah kami, buanglah sengkolo dari hidup keluarga kami. Bah, bantulah kami." Didampingi suami, Endah nyaris menangis saat curhat kali pertama pada Abah Rahman, Mei 2017.

Ceritanya, usai mendengar problem Endah dan keluarga, Abah Rahman tampak terdiam lama. "Tapi pertama bertemu Abah, batin ini mendadak menjadi tenang. Saya yakin, dengan ilmu kegaibannya, Abah akan membantu masalah keluargaku," kenang Endah.

Sore itu juga suami istri itu diritual Abah Rahman. Hio pun dibakar. Endah bahkan mengaku masih ingat betul. Minggu itu, saat matahari semakin tergelincir di barat, Abah Rahman yang terus terdiam bersila mendadak menatap sebuah pohon besar dekat petilasan Puteri Hijau. Menit berikutnya, mulutnya tampak komat-kamit. Ia bagaikan tengah berbicara kepada seseorang. Tapi pada siapa? Endah dan suaminya saat itu tak tahu. Selain mereka, tak ada orang di hadapan Abah Rahman yang terus duduk bersila. “Hai .....," Abah Rahman terdengar mengucap lengkap nama seorang seperti wanita. Paranormal bertubuh subur itu
memanggil si wanita yang disebutnya ratu itu.

Endah dan suami saat itu hanya terdiam melihat keanehan Abah Rahman. "Turunlah engkau dari sana, ini ada cucumu meminta bantuan,” panggil Abah Rahman dengan mata terus menatap ke arah pohon besar menjulang di hadapannya.  “Ratu.... bantulah 2 cucumu ini, mereka ingin menyudahi hidup buruk keluarga mereka. Mereka ingin hidup yang berkecukupan," sambung Abah Rahman kala itu pada sosok gaib yang ternyata sering dipanggilnya saat khusus membantu suami istri yang hidupnya menderita."Gak lama mengucap itu, sosok yang dipanggil seperti telah datang. Itu kami ketahui karena nada omongan Abah berubah, seperti bicara pada orang yang telah hadir di dekatnya. Tapi kami sama sekali tak bisa melihat sosok gaib itu," urai Endah. Ceritanya, seusai dipanggil lewat bantuan mantra khusus, ratu gaib itu turun dan hadir di sebelah Abah Rahman. Kalau itu sudah terjadi, sosok tak kasat mata itu pun selalu siap menerima perintah. Setidaknya, demikian jelas Abah Rahman.


"Dia sosok gaib yang sangat sangat cantik. Hidungnya mancung, mata bulat dan leher jenjang serta rambut  tebal yang tertutup hizab hijau," Abah Rahman menimpali soal bentuk sosok gaib yang sering dipanggilnya itu. Siapa dia? Ratu jin? Abah Rahman tak mau panjang lebar mengurai sosok gaib yang sering membantunya itu.


“Ratu ....sudah ada dalam darahmu dan engkau akan menjadi wanita hebat dalam waktu tidak terlalu lama lagi...” Begitulah kata Abah Rahman usai ritual itu pada Endah kala itu. Benarkah? "Saya dan suami yang menjalani keanehan itu. Semua ini berkah dari Tuhan Yang Maha Kaya," jawab Endah yang kini tentu tak lagi hidup susah.


Begitulah. September 2017 menjadi masa bersejarah bagi babak baru kehidupan Endah dan suami. Itulah bulan awal mereka memiliki sebuah perusahaan even organizer (EO). Perusahaan itu mereka dirikan dengan modal yang datang sangat tak disangka-sangka. Dua bulan terakhir ini, EO punya Endah mulai ketiban sejumlah order kerja bernilai ratusan juta rupiah. "Tapi itu tak serta merta terjadi. Sepanjang Mei sampai Agustus (2017) lalu itu, saya dan suami terus tak henti menggelar ritual dibantu Abah. Ya di sini tempatnya," jelas Endah.

Dari rangkaian ritual yang sampai sekarang terus rutin mereka gelar,Endah dan suami mengaku mengambil 2 pesan gaib dari semua itu. Apa?  "Batin ini harus percaya dengan kekuatan gaib, serta sebagian rezeki  yang didapat harus diderma pada orang-orang yang membutuhkan. Dua amalan itu mengantarkan saya dan suami pada keajaiban hidup," tandas Endah serasa mengajak Pasutri lain yang tengah dirundung problem hidup mengikuti jejak spiritual keluarganya. (***)

Sunday, May 27, 2018

Rajin Nyawer Sajen Keinginan Terkabul, Inilah Penyebabnya

KISAH mistis Abah Rahman sejatinya tak lepas dari peran para mahluk gaib penghuni seputar Pancur Gading, Delitua, Deliserdang, Sumatera Utara, juga sejumlah tempat keramat lain yang sering didatanginya. Jimmi Ginting (40), pelestari situs Puteri Hijau di Pancur Gading bercerita soal itu.

Menurutnya, sebenarnya yang sering dipakai Abah Rahman juga sejumlah dukun lain yang sering bermeditasi di Pancur Gading adalah para mahluk
gaib dari golongan roh dan jin yang berada di tempat itu. Peran makhluk-makhluk tak kasat mata itu dipakai sesuai pesanan sekalangan orang yang menjadi pasien Abah Rahman.

"Mereka berada di sekitar kita. Mereka hidup dan tinggal di tengah-tengah kita. Kita tak bisa melihat mereka tapi mereka melihat gerak-gerik kita dengan begitu leluasa. Bebas tanpa penghalang. Mereka tahu terhadap rahasia kita sekalipun. Mereka mendengar kita tapi kita tidak mendengar mereka. Mereka adalah Jin. Mahluk halus yang mempunyai tingkatan-tingkatan itu," beber Jimmi.

"Nah," sambungnya, "seperti halnya manusia, sebagian jenis makhluk halus itu juga membutuhkan makan dan minum. Setiap orang yang memanfaatkan mereka harus sanggup menyediakan makanan dan minumannya. Mereka harus sanggup menanggung kelangsungan hidup makhluk halus tersebut. Itu sebabnya mengapa para pasien Abah Rahman wajib memberi sesajen. Makin sering menyetor (sesajin), keinginannya pun semakin terkabul."

Penjelasan Jimmi diamini Abah Rahman. Ia berkata, "Secara logika, orang yang sudah meninggal berarti dia sudah berada pada suatu alam yang bernama alam Barzah. Alam barzah sendiri memiliki makna yang berarti “dinding yang kokoh”, artinya orang yang sudah meninggal berada pada suatu tempat yang dikelilingi oleh dinding yang kokoh. Itu berarti orang yang berada di dalamnya akan sulit untuk keluar dari dinding tersebut. Lain halnya apabila semasa hidup seseorang memiliki ilmu yang menggunakan jin sebagai perantara untuk mencapai suatu tujuan. Apabila orang tersebut meninggal dunia, ilmu yang dimilikinya tidak ikut mati bersamanya, akan tetapi ilmu itu akan tetap hidup dan biasanya berperilaku seperti orang tersebut."

Demikian pula halnya dengan sejumlah orang sakti jaman dahulu yang makam keramatnya selalu disambangi Abah Rahman. Ceritanya, setelah wafat, ilmu yang dimiliki oleh mereka akan tetap berada di tempat itu dan tentu dapat dipergunakan untuk keperluan apa saja. Inilah yang dimanfaatkan oleh Abah Rahman dalam melaksanakan keperluannya guna kepentingan para pasiennya.

Semua makhluk itu siap setiap saat untuk mengabdi kepada manusia jika kebutuhan mereka dipenuhi. Dalam mengobati orang-orang yang meminta dimudahkan mencari rezeki atau mendapat jodoh, Abah Rahman mengaku selalu memanfaatkan media sebuah minyak guna memanggil makhluk gaib itu. Lalu setelah itu,dengan bantuan mahluk gaib itu, Abah Rahman menerbangkan keampuhan makhluk itu lewat sebuah mantra yang mengikat makluk tersebut. Ritual itu digelar disertai sejumlah sesaji guna makanan dan minuman makhluk gaib tersebut. Anda tertantang? (***)

Friday, May 25, 2018

Tak Ada Hoax, Ini 3 Wisik Keberhasilan Ritual Gaib

Catatan : Abah Rahman

JIKA Anda tidak mengalami sendiri, misteri berkomunikasi dengan alam gaib mungkin tidak pernah tersingkap. Tapi sejumlah orang yang telah menggelar ritual ke 'dunia lain' malah tidak mendapatkan hasil didamba. Apa lacur ? Ini penjelasan soal itu.

Sejak masa primitif orang sudah membutuhkan medium untuk terhubung dengan roh dan alam gaib. Itu tentu untuk mendapatkan pengetahuan mengenai hal-hal samar di luar kemampuan indera mereka. Nah, jaman berkembang dan kehadiran dunia gaib tetap tak bisa dibantah. Di era budaya non lisan mulai dipakai, komunikasi dengan makhluk halus dilakukan secara sederhana, yaitu dengan kertas dan pensil. Di sini, minus cerita soal jailangkung atau pemanggilan arwah terjadi di banyak tempat di kolong langit ini, bantuan seorang dukun atau spiritualis pun mulai dikenal. Di situ pula maraknya minat orang terhadap misteri alam di luar panca indera mulai terjadi -bahkan sampai era milenial ini. Lalu bagaimana respon publik?

Di sela ritual-ritual hikmat terjadi dan diakhiri ketercengangan massa menyaksikan kekuatan gaib menyembuhkan berbagai
penyakit, menuntaskan banyak problem dan ambisi dunia, segelintir orang diketahui mencibir kemujaraban daya supranatural.
Itu berlatar keinginan mereka yang tak terjawab lewat hasil dari ritual-ritual tersebut. Sejatinya ada banyak faktor yang
menentukan keberhasilan ritual seseorang. Tapi sejumlah wisik atau petunjuk ini sangat berguna untuk meraih keberhasilan sebuah ritual. Apa ?

Pertama, tetapkan tujuan Anda. Tentukan arah tujuan sebelum melakukan ritual. Untuk mendapatkan itu, tanyakan lagi pada diri Anda, "Apa ini yang benar-benar saya inginkan?" "Apakah ada dampak negatif terhadap diri saya?" "Apakah ini berlawanan dengan diri saya?" Keteguhan dari itu semua penting karena kegaiban sejatinya tak pernah mengabulkan permintaan yang Anda ucapkan, melainkan mereka hanya mengabulkan permintaan yang benar-benar Anda inginkan. Bahaya kan kalau mereka benar-benar mengabulkan apa yang Anda ucap? Karena sekuat apapun power Anda, kalau itu tidak 'fit', 1000 kesempatan yang datang pun tidak akan teraih. Itu karena adanya keraguan dalam hati.  Nah, saran saya, ketika Anda sudah menentukan tujuan, catatlah itu dalam selembar kertas sebelum melakukan ritual. Itu untuk meyakinkan : spirit itu memang benar-benar Anda inginkan.

Jurus kedua, terkait sang nawaitu, Anda harus selalu menanamkan 'sepenggal kalimat positif di batin'. Begini. Alam bawah sadar Anda tidak mengenal kalimat yang mengandung kata negatif, ingat itu.  Karena itu, misal, 'Saya Tidak Akan Merokok Lagi', kalau itu kalimat yang Anda tanam di batin, alam bawah sadar akan mendengar atau mengartikannya : Saya Akan Merokok Lagi. Yang benar dibenam ke batin adalah : Saya Terbebas Dari Rokok.


Banyak kasus saya lihat dari beberapa orang yang telah melakukan ritual atau keep spirit namun tujuannya 'tidak tercapai' terjadi bukan karena ritualnya gagal atau hoax alias bohong. Itu terjadi karena spiritnya tidak bekerja. Orang-orang itu tampak tidak berani atau takut mengambil kesempatan (yang telah muncul) yang akan membawa mereka kepada hal yang menjadi tujuan mereka. Jadi saya tekankan : take action and just do it!

Dan wisik tak kalah penting adalah Anda harus selalu bersyukur. Bersyukurlah terhadap bantuan yang telah diberikan spirit kepada Anda. Bersyukurlah kepada alam semesta yang menyediakan semua yang Anda butuhkan sampai saat ini.
Itu harus selalu dibuat karena orang-orang yang hidupnya melulu mengeluh tidak menyadari bantuan yang telah diberikan oleh alam semesta dan spirit. Mengeluh adalah tanda Anda tidak bersyukur, tidak mempercayai spirit atau alam semesta. Itu pula yang membuat power ritual atau power spirit Anda melemah. Nah, ketika power itu melemah, Anda tahu sendiri apa yang akan terjadi bukan? Selamat mencoba 3 wisik itu.  (*)

Thursday, May 24, 2018

Dialog Tuan Puteri & Abah Rahman Soal Ritual 1 Syarat 1001 Hajat

SEPERTI Ratu Kidul, sosok Puteri Hijau pun tak kalah fenomenal. Ratu sakti dari abad ke-13 berwajah bak bidadari ini tetap diyakini sebagai penguasa gaib Tanah Deli hingga semua wilayah pantai timur Sumatera Utara. Pertanyaannya, di manakah kini keberadaan piandel warisan sang legenda hidup itu?

Piandel adalah konsep atau ide. Ia lahir dari keyakinan dan kepercayaan. Seperti warisan tokoh-tokoh leluhur lain, piandel-piandel Puteri Hijau juga berwujud benda pusaka. Jumlahnya tentu tak sedikit. Semuanya bernilai fenomenal, penuh daya pikat, plus sarat akan lambang yang harus dihayati, dimengerti dengan baik dan benar. Itu jika Anda ingin merasakan keberkahan karomah pusaka baheula tersebut.

Nah, bertahun-tahun turut menjaga kelestarian petilasan Puteri Hijau di Pancur Gading, Deliserdang, Sumatera Utara, Abah Rahman menjadi satu di antara sedikit tokoh spiritual Deli yang paham soal piandel Ratu Kerajaan Aru itu. "Piandel Tuan Puteri sebenarnya bukanlah berisi tentang sesuatu yang pantas disembah dan dipuja. Di sini orang-orang sering salah," kata Abah Rahman, ditemui di sela rutinitas menuntaskan ragam problem para pasiennya, Rabu (23/5/2018) sore.


Paranormal ini diketahui selalu menyebut Puteri Hijau dengan sebutan Tuan Puteri. Dan itu bukanlah terjadi tanpa sebab. Bertahun-tahun meresapi energi gaib di petilasan keramat sang ratu membuat penekun spiritual ini sering didatangi Puteri Hijau lewat mimpi. "Piandel Tuan Puteri," sambungnya, "sejatinya adalah wahana. Wahana yang berwujuddan berisikan doa atau segala harapan baik untuk tuntunan hidup manusia."


Bicara soal doa, kemujaraban tuah puteri jelita itu tentu telah lama diakui. Pancur Gading menjadi satu di antara sederet bukti soal itu. Wilayah berupa hamparan 'sepi dan aneh' itu adalah fakta soal hebatnya kekeramatan petilasan Puteri Hijau. Lembah di tepi Sungai Deli dan diyakini sebagai bekas istana Kerajaan Aru itu memang diketahui tak pernah sepi.

Datang dari delapan  penjuru angin, puluhan orang saban hari tumpah di sana. Semuanya mencari berkah dan pertolongan secara mistis. Tak hanya para pencari berkah, Pancur Gading tentu juga acap didatangi kalangan spiritual pemburu piandel Puteri Hijau. Di antara puluhan penggiat dunia okultisme yang telah mendaulat Pancur Gading sebagai 'tanah suci' mistis, Abah Rahman masuk kategori sosok spiritualis yang beruntung.

Itu karena kesabaran menjalani ritual di sana mengantar nasibnya menemukan sebuah piandel Puteri Hijau. Benda sakti itu berwujud  gandul kalung. Dipakai Abah Rahman saban menggelar ritual mengobati pasien, 1001 kemujaraban diketahui terformulasi dalam benda tak sembarang itu. Apa saja? Pengasihan, pelarisan, keselamatan, kewibawaan, kerezekian adalah lima di antara seabreg manfaat lain dari kalung itu.

"Tuah piandel Tuan Puteri ini memang sangat komplit. Bisa untuk apa saja. Jadi maknanya, satu kalung untuk 1001 macam hajat. Tapi belakangan, setelah semakin sering dipakai dan menunjukkan keampuhan, maknanya menjadi 'satu syarat untuk 1001 hajat'. Syarat tunggal yang wajib dilakukan untuk segala macam keinginan itu adalah : rajin kirim sesajen. Semakin sering kirim sajen, bukti kemujarabannya pun semakin hebat," bebernya.

Bagaimana rupanya cerita hingga piandel Puteri Hijau didapat cenayang ini? Proses kemunculan kalung sang ratu tentu terjadi secara mistis. "Kemunculan kalung ini diawali mimpi. Dan mimpi itu datang setelah saya tapa berhari-hari," jelas Abah Rahman. Ceritanya, dalam mimpi di Kamis Wage setahun lalu itu, Abah Rahman dipanggil Tuan Putri bahkan kemudian diajak ke istananya. Di dalam istana itu, Tuan Putri tampak didampingi banyak dayang.

"Kalau Tuan Puteri kakinya seperti kita manusia. Tapi tidak dengan dayang-dayangnya. Meski pun memiliki wajah cantik, kaki mereka berbeda-beda. Ada yang berkaki kuda, harimau, pokoknya kaki binatang.Tapi sampai di sini, semua adegan itu berlangsung tanpa dialog."

"Saya masih ingat betul kalau saat itu saya lalu dimandikan dengan air mendidih sampai badan ini melepuh. Tapi saya tak menjerit. Tak ada rasa sakit sedikit pun. Begitulah. Setelah itu saya disuruh tidur  sambil sekujur badan ini ditutupi kain putih dan baru boleh bangun keesokan harinya. Setelah terbangun, saya baru sadar kalau rambut saya telah rontok habis."

"Di situlah baru dialog terjadi. Saat itu, Tuan Puteri memberi wejangan. Tuan Puteri meminta agar saya harus menolong orang yang kesusahan. Saya kemudian dikasih sebuah gandul kalung. Tapi Tuan Puteri tak menjawab saat saya tanya untuk apa kalung itu. Lalu tiba-tiba saya terbangun dari tidur yang sebenarnya dan menemukan kalung ini di balik bantal."

"Mana bisa difoto! Sudah malas hidup rupanya? Kalau memang bisa difoto, rencana pembuatan film Puteri Hijau beberapa tahun lalu tentu juga bisa terjadi," tandas Abah Rahman saat wartawan ingin mengabadikan kalung dari dunia antah berantah itu. Aneh, tapi itulah faktanya : tak terhitung sudah jumlah orang beragam masalah yang terbantu lewat khasiat kalung tersebut. (***)

Wednesday, May 23, 2018

Driver Online Dibantu Tuyul

INI bukan kisah modus 'tuyul' atau order fiktif driver online seperti terungkap di banyak kota. Ini cerita tuyul sesungguhnya. Makhluk kecil gundul itu ditemukan membantu seorang mitra sebuah transportasi online. Inilah laporan dari temuan peristiwa di luar nalar itu.

Adalah Abah Rahman penemu fakta sang driver online dibantu praktik makhluk mistis itu. "(Temuan) itu sebenarnya nggak sengaja," katanya pada wartawan Anda, Minggu (20/5/2018) sore. Ditemui jelang berangkat ke lokasi tapa di areal makam Sulutang, ksatria sakti pengikut Puteri Hijau di Kota Rantang, Deliserdang, Sumatera Utara, Abah Rahman pun bercerita.

Temuan itu terjadi Kamis Kliwon 10 Mei 2018. Meski tak pernah berpraktik menangkap tuyul, malam itu cenayang yang sering disebut sebagai pemandu alam gaib ini mendadak terkesiap. Itu terjadi saat dia berkendara bersama temannya, Jimmy.

Mata paranormal bertubuh subur itu membelalak seiring motor mereka papasan dengan laju sebuah mobil. Wusshhh... Ia membelalak karena menangkap sinyal gaib dari mobil lawan arahnya itu.


Temuan itu kontan membuat Abah Rahman menyuruh Jimmy balik arah. Mereka membuntuti lajumobil jenis minibus itu. Berlangsung lebih 30 menit, aksi pengekoran itu berakhir di sebuah kafe remang. Areal penuh denyar lampu plus lalu lalang sejumlah perempuan berbusana hemat itu dibisingi suara musik berdebum. Sambil berlagak seperti laki malam tengah menunggu wanita jalang, Abah Rahman dan Jimmy pun terus memantau. Mereka celingukan di sela pepohonan seberang kafe itu. Ingin melihat jelas sosok yang akan ke luar dari mobil itu.


Saat itu, supir dibuntuti itu masih mencari lokasi pas parkir mobilnya. Usai memarkir, seorang laki jambang paruh baya ditemukan ke luar dari mobil itu. Cuma dia. Tak ada yang lain. Mobil itu ternyata hanya berisi satu orang. Ops, itu hanya hasil pandang kasat mata. Abah Rahman tentu tak hanya memandang secara mata telanjang. Mata batinnya yang bekerja sejak pengejaran akhirnya memberi jawaban atas temuan misteri mendadak malam itu.

Begitulah. Seperti dugaannya, Abah Rahman menemukan sesosok lain yang turut ke luar dari mobil itu. Sosok tak kasat mata itu berjalan selangkah di belakang si laki jambang yang belakangan diketahui berstatus driver  online. Sosok kecil itu nyaris tanpa bentuk. Itulah tuyul prewangan sang driver online. Di mana rupanya lokasi kafe yang didatangi sang tuyul dan tuannya itu? Juga lokasi saat laju mobil itu mulai dibuntuti?

"Sudahlah, tak usah. Biarkan kalau itu cara dia mencari rezeki," jawab Abah Rahman seraya mengaku akhirnya hampir satu jam kemudian baru enyah dari seberang kafe esek-esek itu. Itu dilakukan karena penekun dunia spiritual ini diam-diam menggelar kontan batin dengan sang tuyul.

"Tuyul memang bisa bekerja sama dengan manusia. Tapi kerja sama itu sesuai perjanjian yang telah disepakati bersama. Seperti kita, tuyul juga butuh makan dan minum. Karena itu, setiap orang yang memelihara tuyul ya harus sanggup menyediakan makanan dan minumannya. Dia harus sanggup menanggung kelangsungan hidup si tuyul. Jika tidak, tuyul itu akan menuntut. Jika tuntutannya tidak dipenuhi, maka ia akan malas bekerja atau mencari makanan dan minuman sendiri."

Nah, Anda driver transportasi online? Atau pemain bisnis dunia maya? Menginginkan prewangan tanpa tumbal untuk menjadi pelaris atau pendongkrak penghasilan? Kirimkan foto dan nama Anda ke HP/WA 081376306023.

"Untuk berhasil mendapat penghasilan selangit dari langit, syaratnya cuma satu, tidak sebanyak seperti kewajiban orang memelihara tuyul. Apa? Harus rajin memberi sesajen untuk Mbah Gaib. Itu saja," tandas Abah Rahman. (***)

Tuah Sakti Cincin Keramat Abah Rahman

Abah Rahman meluncurkan produk olah batin bernama cincin keramat. Cincin ini telah diisi dengan kekuatan gaib di berbagai tempat keramat. ...