Friday, March 23, 2018

Ritual si Kembang Malam Tiap Hari Ngasih Makan Roh Halus, Ini Hasilnya...

DI DEPAN seonggok tempat keramat nun... di pedalaman Deliserdang, Sumatera Utara, lelaki gempal itu duduk bersila. Mengerahkan tenaga sambil mengencangkan bahu, tangan, jari seraya menarik nafas dalam-dalam, dia pun mulai melafalkan 'sesuatu'. Doa demi doa diucap lambat sambil mengiramakan nafas.

Demikianlah laku ritual Abah Rahman, pembimbing spiritual banyak orang dan belakangan ini ramai dibicarakan kaum Hawa yang hidupnya tengah gundah. "Berkat (ritual) ini, banyak sudah (derita) hidup yang terbantu. Anda boleh percaya, boleh tidak," kata Abah Rahman pada seorang wartawan yang mengamati laku kebatinannya. Dalam semadi di tempat sepi, rindang di
bawah sebuah pohon besar itu dia membawa rupa-rupa sesajen.

Ada Bunga Sripah, Bunga Macan Kerah, leson, ronce Melati, bertih, kemenyan, serta minyak duyung. Dan di atas semua sajian makanan untuk roh halus itu tergeletak foto seorang perempuan muda. Foto dan ragam sesajen itu diletak di tengah tempat keramat baheula tersebut.  "Komunikasi batin saya tidak bakalan nyambung kalau hanya dikomunikasikan dengan lafal harafiah saja. Tapi bila menyantap bebauan harum (dari sesajen), roh halus akan merasa nyaman," katanya lagi soal pentingnya sesajen.

Begitulah. Diberi nyala kemenyan, diberi sesaji, tentu agar roh halus penunggu tempat keramat itu mewujudkan untaian niat yang diucap lewat komunikasi batin sang Abah. Benarkah harapan di balik ritual itu menjadi kenyataan? Setidaknya, demikian yang kini dialami Sandra. Siapa dia? Dialah wanita dalam foto itu. Nah, semua 'makanan'  yang jelang Maghrib itu diantar
Abah Rahman ke tempat keramat tersebut sejatinya adalah gawe klenik Sandra.

"Dan ritual dia ngasih makan (roh halus) ini setiap hari saya buat. Besok juga begini, lusa juga, begitu seterusnya. Jadi mengapa harus saban hari? Begini. Sistem waktu pada dimensi dunia kita ini kan sangat beda dengan waktu dalam alam gaib. Di sana putaran waktunya sangat lebih lambat. Sehari di sini, di sana itu malah tak sampai sedetik," jelas Abah Rahman.

"(Ritual Sandra) ini sudah berlangsung hampir 3 bulan. Ya, selain tak harus (ikut serta), dia (Sandra, red) yang tinggalnya jauh tentu tinggal transfer (uang). Jadi ya setiap hari saya yang membeli dan menyiapkan semua sesajen darinya ini." Siapa rupanya perempuan montok 25 tahun itu? Apa latar soal hingga dia menempuh jalan supranatural? Abah Rahman sedikit bercerita.

Sandra adalah perempuan malam di Batam. Tumbuh kembangnya banyak tempat hiburan di sana menjadi sumbu peledak masalah 'profesinya'. Setahun sudah dia 'berkarier' di sebuah karaoke ternama di sana. Hasilnya? Bulan pertama hingga kesembilan, nasibnya terseok-seok. Itu tentu karena ketatnya kompetisi bisnis esek-esek di sana. Tapi tiga bulan terakhir atau sejak rutin memberi makan roh halus, nasib kisah malam-malam liar Sandra tidak lagi tak elok. Ia bahkan menjadi primadona baru. Lelaki tajir kliennya terus bertambah.

"Empat malam lalu aku pakai tank-top, hasilnya wuihh.... Besok malamnya, bergaun dengan belahan V, hasilnya lebih gila lagi. Besok malamnya lagi, aku pakai sack-dress di atas lutut, dan hasilnya... wuihh lebih gilak tenan! Thanks.
Ki, itu ya 'dah kutransfer 'tuk makanan sebulan, hajar terus!" demikian tulis Sandra, Selasa (20/03/2018), via WhatsApp pada Abah Rahman yang disapanya 'Ki'. Tak diketahui nilai nominal uang dari malam-malam Sandra yang sekarang 'wuihh'  itu. Tapi dia tampak sangat senang. (sal)


Di Balik Banyak Kisruh & Intrik Hidup : Akal Terbungkam, Supranatural 'Bicara'

SUPRANATURAL. Ini dunia rasa. Dunia batin. Karena 'syariat' dan hakekatnya beda, di lajur ini akal rasional memang menjadi sangat bias. Tapi fakta kehadirannya tak dapat dibendung oleh kilaunya modernisasi dan kemajuan teknologi. Nah, direm atau tidak, keyakinan terhadap supranatural atau patron mistis sejatinya telah lama menjadi bagian dari tradisi banyak
masyarakat negeri ini. Ini cukilan bukti soal itu.

Abah Rahman, praktisi supranatural di Medan dan telah memiliki klien dari ragam profesi, adalah salah satu saksi kuat atas fenomena kepercayaan terhadap dunia antah berantah itu. Bahkan, karena spesialisasi ilmu kebatinannya, dia pun seperti cermin dari fakta para peziarah yang berdatangan memenuhi sejumlah makam yang diyakini keramat.

"Saat kekisruhan hidup tak kunjung berhenti, perseteruan atau intrik terus terjadi, dan segala jalan rasional yang dibuat tak juga dapat membereskan semua masalah itu, maka saat itulah mereka akhirnya memilih cara supranatural," jelas Abah Rahman soal latar emosi dari banyak orang yang mendatanginya, sepanjang 8 tahun terakhir. Sepanjang itu pula, makin tahun
tingkat kepercayaan publik terhadapnya tampak makin berkembang. Setidaknya, demikian gambaran pergaulannya di jejaring media sosial.


"Maaf," sambungnya, "(sosok) yang nyandang sarjana S-2 pun terhitung (jumlahnya) sudah puluhan yang mendatangi saya. Jadi semaju apapun jaman, sejenius apapun manusia, dunia supranatural sebenarnya kini malah semakin menempatkan posisi dan perannya secara vital sebagai tempat bersandar banyak orang yang akal pikirnya buntu dalam menyelesaikan masalah hidup. Itu wajar karena apa pun ranah masalahnya, sosial, ekonomi, atau politik, kekuatan supranatural telah 'bicara' untuk menyelesaikan itu semua."

Secara pengetahuan, daya supranatural diketahui dapat terakses lewat rutinitas mengasah kemampuan kalbu atau mata batin. Nah, ngomong-ngomong, di makam keramat mana dahulu Abah Rahman kali pertama mengeksplorasi daya intuisinya? Seperti Ki Joko Bodo atau juga Eyang Ratih, Abah Rahman pun awalnya sosok pegiat seni. Khususnya seni jurnalisme.
Ketertarikan awalnya pada dunia gaib dimulai 15 tahun lalu saat dia menjadi wartawan supranatural di sebuah media harian terbitan Medan. "Persisnya saat dia berhasil mewawancarai Musa, bocah pembongkar puluhan kuburan di Medan yang saat itu jadi peristiwa heboh. Tak banyak orang yang bisa mengajak anak aneh itu untuk ngomong, tak juga polisi yang saat itu menangkap dan menahannya. Tapi dengan keanehannya pula, (Abah) Rahman berhasil menerobos hambatan itu," kenang Faisal Matondang, bekas atasan sang Abah saat menjadi wartawan. Ia juga masih ingat.

"Baginya," imbuh Faisal, "setiap berita peristiwa berbau supranatural yang saat itu ditulisnya bukanlah sekadar cerita yang 'dilangit-langitkan'. Dia menimpali setiap reportase supranaturalnya dengan belajar sejarah agama, antropologi, serta sejarah banyak kerajaan yang punya mitologi kuat di nusantara. Dari situ dia baru turun ke makam-makam keramat dan diam-diam mulai sering semadi, tidak hanya meliput. Di situlah ilham atau kegaiban mulai mendatanginya." Abah Rahman ternyata bukan dukun 'produk instan'. (Sal)




Tuah Sakti Cincin Keramat Abah Rahman

Abah Rahman meluncurkan produk olah batin bernama cincin keramat. Cincin ini telah diisi dengan kekuatan gaib di berbagai tempat keramat. ...