Sunday, June 22, 2014

Berkat Cincin Pelaris Abah Rahman Kakak Beradik Tukang Pijat Pulang Kampung Naik Pesawat

Berkat cicin pelaris made in paranormal Abah Rahman, Mbak Tatik dan Mbak Titik, kakak beradik yang tukang pijat itu bisa pulang kampung ke Semarang naik pesawat. Modalnya hanya mahar masing–masing Rp 300 ribu, plus kemauan untuk mempertebal keyakinan.

 Mbak Tatik dan Mbak Titik, kita sebut saja nama dua janda cantik asal Jawa Tengah itu begitu. Mereka adalah kakak beradik yang kebetulan sama-sama menjanda, dan sama-sama punya anak dua. Kemudian, sama-sama nekat merantau ke Medan untuk melakoni hidup sebagai tukang pijat. Menurut paranormal Abah Rahman yang diwawancarai. Mbak Tatik lah yang memboyong adiknya yang kita sebut Mbak Titik itu merantau ke Medan, sekira tiga tahun lalu. Untuk mengikuti jejak teman-teman sekampung mereka, yang sudah lebih dahulu mengadu nasib di Medan. Mereka berdua waktu itu, kata Abah Rahman, berangkat menumpang truk karena ketiadaan biaya. Karena memang, mereka berdua sedang menjalani keadaan miskin, sebab ditinggal suami.

Mbak Tatik suaminya meninggal, lebih kurang enam tahun lalu. Sedangkan Mbak Titik suaminya meninggal sekira empat setengah tahun lalu. Pendek cerita, kata Abah Rahman lagi, mereka berdua pun pada awalnya menetap di sebuah panti pijat bersama beberapa orang teman sekampung. Tapi karena kuping mereka ‘tipis’, tak tahan dengan celotehan negatif yang terdengar dari jiran-jiran panti, mereka pun memilih pindah di satu kawasan di Deli Serdang dengan menyewa rumah. Dan mereka pun menjalani pekerjaan sebagai tukang pijat door to door. “Kata Mbak Titik, ternyata lebih besar pengasilan mereka ketika di panti ketimbang door to door. Mungkin ya karena faktor psikologis saja. Kalau door to door masyarakat agaknya lebih mempercayai pemijat yang ‘orang daerah’, ketimbang perantauan. Bukan karena persaingan,” ungkap Abah Rahman pemilik nomor handphone 0813 7630 6023 dan pin BB 214841E6 ini. Pakai Cincin Pelaris Ya itulah, sambung Abah Rahman. Karena sulitnya mendapatkan pasien, Mbak Tatik dan Mbak Titik pun mengaku sering kelimpungan. 

Keinginan mengecup kening anak-anak pun terpaksa mereka pendam. Karena yang bisa dilakukan, hanya mengirim biaya sekolah dan pembeli beras setiap hari jumat. Sementara makan mereka di tanah rantau, sering sebungkus berdua. Itu pun karena mereka diberi kesempatan sebagai babu cuci oleh jiran di sekitar rumah sewa. “Lebih setahun juga keadaan seperti itu mereka jalani. Karena mereka tidak pernah cerita dengan teman-teman sekampung yang kabarnya berezeki lebih lumayan,” tambah Abah Rahman. Tapi lambat laun, ada teman sekampung mereka yang tahu. 

Mendapat cerita dari pemilik rumah sewa, ketika teman dimaksud bertandang ke rumah sewa, tapi tidak ketemu dengan Mbak Tatik dan Mbak Titik. Itu pula yang menyebabkan, Mbak Tatik dan Mbak Titik mendapat saran supaya memakai cicin pelaris made in Abah Rahman. Karena kebetulan, ada sejumlah tenaga pemijat yang sekarang masih kerja di panti-panti, merupakan pengguna cicin pelaris Abah Rahman. Manfaat Maksimal Dan ternyata, sebut sang pemilik account Twitter @Abah Rahman dan Facebook Abah Rahman ini, Mbak Tatik dan Mbak Titik memperoleh manfaat yang maksimal. Mereka berdua, dengan batu cicin di tangan kiri masing-masing, yang dimahari masing-masing Rp 300 ribu, bisa mendapatkan pasien yang lumayan banyak. Bahkan menjadi sering memijat di rumah sewa mereka, karena banyak pula yang datang. Sehingga, dalam rentang waktu sembilan bulan saja, Mbak Tatik bisa mengumpulkan uang Rp 10, 3 juta bersih. Artinya, jumlah itu ada simpanan setelah pengeluaran rutin yang normal, seperti biaya hidup di tanah rantau dan kewajiban mengirim biaya untuk anak di kampung halaman. Sementara Mbak Titik, dapat mengumpul Rp 13, 1 juta.

 “Ini pengakuan Mbak Tatik dan Mbak Titik kepada saya, saat pamitan mau pulang kampung. Dua minggu yang lalu lah,” sebut Abah Rahman. Pulang kampung ? Dijawab Abah Rahman, iya. Pulang kampung naik pesawat dengan oleh-oleh bika ambon dan panganan khas Medan lainnya. Untuk melepas rindu dengan anak-anak mereka, yang semuanya masih sekolah. (***)

Paranormal Abah Rahman

Melayani : Pemanis, pelarisan, kunci pasangan, pelet photo, susuk pengeretan, penunduk, pelet jaran goyang, semar mesem, benda-benda bertu...