Monday, February 25, 2013

Penampakan Wanita Misterius di Depan Kantor Walikota Binjai


 KETIKA tengah malam menjelang, berhati hatilah jika melintas sendirian di depan kantor Walikota Binjai. Hmm, ada keseraman di sana.

 Suasana sunyi langsung menyergap, ketika berada di depan kantor Walikota Binjai ketika tengah malam. Satu persatu kenderaan melintas. Sementara itu, hanya satu dua warung yang buka tak jauh dari tanah lapang kota.
 “Seram yang bang tempat ini kalau tengah malam,” tanya saya pada salah seorang penjaga warung, tak jauh dari depan kantor Walikota Binjai.
  Pria bernama Iskandar itu, memandang saya lekat lekat.
 “Lho adik kok tahu, kalau tempat ini seram kalau malam hari ?”
 “Perasaan saya saja. Iiiiii,” kata saya bergidik.
 “Memang benar dik, di tempat ini sering terlihat penampakan, terutama yang sering mengalaminya adalah supir angkot,” ujar Iskandar dengan wajah serius.
 Saya tercenung mendengarkannya.
 “Memang ceritanya bagaimana bang?” tanya saya pada pria berumur kepala tiga itu.
 Sesaat kemudian, Iskandar menarik nafas panjang. Pandangannya menerawang jauh.
 “Kisah ini sering dialami oleh supir angkot. Mereka sering melihat perempuan gaib berdiri dipinggir jalan itu. Persis di depan kantor walikota. Parasnya cantik, tinggi semampai, dan selalu memakai daster putih. Ketika dia sudah  naik ke atas angkot, aroma bunga kantil langsung tercium. Rupa wanita itu sangat menawan dan menggoda,” kata Iskandar seraya menghembuskan nafas panjangnya.
 Lama saya tercenung mendengar penuturan Iskandar. “Bukan itu saja bang, wanita itu bisa saja terbang melayang layang, kemudian menampakkan dirinya di depan kaca mobil,”ujar Iskandar menambahkan. Benar benar menyeramkan kisah yang dituturkan Iskandar ini.
  Ternyata dibalik kemegahan bangunan kanto Walikota Binjai, di depannya sering terlihat penampakan yang aneh aneh. Karena hari mulai larut, saya pun pamit meninggalkan warung Iskandar, yang tak jauh dari tempat penampakan itu.
 Menurut Abah Rahman, seorang paranormal, berdasarkan mata batinnya, yang terlihat itu adalah makhluk halus sejenis kuntilanak. Ia iseng untuk menampakkan wujudnya kepada orang yang berlalu lalang.
 “Jangan panik apalagi takut jika dihadapkan pada kejadian seperti itu. Tahan nafas dan berdzikirlah sebanyak banyaknya. Kemudian hembuskan ke arah penampakan tadi,” ujarnya ketika dimintai tanggapan atas fenomena ini.
 Abah Rahman juga menambahkan, jika kita semakin ketakutan, hantu hantu atau pun makhluk yang menampakkan wujudnya tadi makin suka menggoda kita. Mareka merasa kalau keusilannya membuat manusia yang jadi targetnya akan sangat ketakutan. Hal tersebut biasanya sangat menyenangkan bagi makhlus penganggu tadi.
 Terakhir Abah Rahman menyarankan, bila melintas di depan kantor Walikota Binjai pada tengah malam, agar pikiran jangan kosong, supaya tidak bisa dikacaukan oleh makhluk halus tadi pikiran kita. (red)

Di Balik Pemberian Keris kepada Dahlan Iskan di Ponpes Al-Ikhlas, Pasuruan, Jatim


Sebilah pusaka Tunggul Kukus berpamor Melati Tumpuk diberikan kepada Menteri BUMN Dahlan Iskan oleh Pengasuh Ponpes Al-Ikhlas, Pasuruan, Jatim. Apa makna di balik pemberian tosan aji tersebut?

Ternyata Dahlan Iskan di rumahnya sudah memiliki 9 biji keris. Dengan pemberian dari Kiai Zaeni Ahmad selaku pimpinan pondok, berarti mantan bos PT PLN itu sekarang telah memiliki 10 koleksi pusaka. Diketahui pusaka itu bernama Tunggul Kukus, pamornya Melati Tumpuk. Zaman dulu keris dengan pamor seperti itu dimiliki oleh para negarawan, seperti raja, mahapatih, atau panglima.

Kendati namanya sama yakni Tunggul Kukus, tetapi keris yang dimiliki oleh raja pastinya tidak sama dengan yang dipunyai oleh mahapatih, maupun panglima. Perbedaan itu, kata pemangku Padepokan Tembang Sejati, Jombang, Jatim Ki Ageng Gending Suling terletak pada bentuk dan tentu saja sawab atau yoni yang ada di dalamnya. Katanya, sebilah keris yang dimiliki oleh raja memiliki pegangan runcing seperti jalu ayam jago dan di bagian atasnya sedikit ada bulatan dari intan. Sedang jabatan mahapatih, punggung pegangan berbentuk bulat seperti mutiara. Adapun untuk panglima pegangannya biasa.

Kata Ki Ageng yang diterima Dahlan Iskan masuk klasifikasi nomor dua. “Bisa jadi tujuan dari Kiai Zaini memberikan keris itu kepada beliau adalah untuk menambah wibawa Dahlan Iskan dalam mengemban tugas negara,” katanya saat berkunjung ke Redaksi posmo.(posmo)

Ritual Siraman Pusaka Gong Kiai Pradah Blitar, Jawa Timur


Siraman pusaka Gong Kiai Pradah merupakan ritual milik masyarakat Blitar. Khususnya warga di Lodoyo, Sutojayan. Dilaksanakan setiap 12 Rabiul Awal dan 1 Syawal. Ritual ini sudah dilestarikan oleh masyarakat setempat sejak ratusan tahun lalu. Masyarakat masih mempercayai bahwa Pusaka Gong Kiai Pradah adalah suatu benda pusaka yang dianggap sakral.

Sejak satu minggu sebelum prosesi siraman Kiai Pradah dimulai ibukota eks Kawedanan Lodoyo yang terletak di Kecamatan Sutojayan Kabupaten Blitar mulai ramai dibanjiri para masyarakat. Ribuan masyarakat baik dari dalam maupun luar kota datang untuk mengikuti prosesi siraman Gong Kiai Pradah. Kebanyakan mereka datang lebih awal dari hari pelaksanaan siraman, sehingga suasana kota yang biasanya sepi berubah menjadi ramai. Bahkan ratusan pedagang kaki lima dari wilayah Blitar mapun daerah sekitar juga turut berjubel untuk mengais rezeki dari keramaian tersebut.

Dari pantauan posmo, siraman kali ini tidak dilaksanakan pada tanggal 12 Rabiul awal yang bertepatan pada hari Kamis tanggal 24 penanggalan Masehi. Akan tetapi dilaksanakan pada hari Sabtu (26/1). Sehari sebelum saat siraman, sanggar penyimpanan, panggung siraman, serta tempat penyembelihan kambing sesaji dihias dengan janur. Sehingga, suasana terasa lebih meriah dan bernuansakan magis. Hanya,  khusus panggung siraman selain dihias dengan janur juga dipasang untaian daun beringin, andong, puring, serta daun langsuran.

Setelah acara menghias, dilanjutkan dengan pemotongan kambing sesaji. Kambing sesaji ini hanya satu ekor. Itu pun hanya diambil kepala dan jerohannya saja. Kemudian, kepala dan jerohan dibungkus dengan kain mori untuk dijadikan sesaji ziarah.

Selesai pemotongan kambing sesaji dilanjutkan pembuatan sesaji. Pembuatan sesaji dilakukan oleh para ibu yang sudah tidak menstruasi, dengan dikoordinasi juru kunci Kiai Pradah. Sesaji dalam sebuah upacara memegang peranan penting karena kelengkapan sesaji menentukan keberhasilan upacara religius.Sesaji yang kurang lengkap dapat menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan. Sesaji yang dipersiapkan dalam upacara ini adalah sesaji untuk sanggar penyimpanan, sesaji selamatan, sesaji ziarah, dan sesaji siraman.(posmo)

Pulanggeni, Berangsar Kekuasaan & Kewibawaan


Bukan rahasia jika di kalangan pejabat di negeri ini masih mengenal keris ageman yang disebut sebagai piandel keluhuran baik untuk melanggengkan kekuasaan, kewibawaan, pagar diri, hingga keberuntungan. Bagaimana sebenarnya keris yang cocok untuk para pejabat itu?

DALAM konsep kehidupan orang Jawa boleh dibilang lengkap dan sempurna apabila telah memiliki lima hal yaitu kukilo (burung), wanito (wanita), turonggo (kuda), curiga (pusaka), dan wisma (rumah). Jika salah satu belum dimiliki, maka terasa belum sempurna hidupnya sebagai orang Jawa, makanya orang Jawa yang hidupnya sudah mapan pasti memiliki ke-5 hal tersebut. Di zaman modern sekarang ini pun masyarakat Jawa masih memegang teguh filsafat kepercayaan hidup tersebut. Apalagi menyoal curiga atau pusaka merupakan sesuatu yang memiliki arti penting. Pusaka tersebut bisa berupa tosan aji seperti keris, tombak, badik, patrem, dll.

Menurut pandangan umum masyarakat Jawa pusaka jenis keris lebih tinggi derajatnya daripada pusaka bentuk lain karena dahulu para leluhur mereka dari kalangan raja dan bangsawan banyak yang menggunakan pusaka jenis keris. Sedangkan golongan prajurit, kesatria menggunakan pusaka jenis tombak. Dalam perkembangannya keris tidak hanya dipakai oleh golongan bangsawan, tetapi semua golongan masyarakat. Oleh karena itu, keris tidak bisa lepas dari kehidupan masyarakat Jawa.

Sebuah keris tidak dibuat begitu saja tanpa alasan apa pun. Sebuah keris merupakan lambng, permohonan, dan cita-cita dari pemilik/pemesan keris pada waktu itu. Contohnya, keris Empu Gandring yang dipesan Ken Arok (Raja Pertama Kerajaan Singosari) kepada Empu Gandring dibuat/dipesan untuk memperlancar dan memperkokoh kekuasaannya kelak. Keris Naga Sasra dan Keris Sabuk Inten dibuat untuk tujuan menanggulangi balak/musibah dan kelaparan yang terjadi pada waktu itu. Jadi sebuah keris memiliki angsar/manfaat masing-masing.

Untuk mengetahui manfaat sebuah keris sebenarnya tidak sesulit yang dibayangkan seseorang, kita bisa mengetahui manfaat sebuah keris dari luknya ataupun dari pamor yang dimilikinya dengan melihatnya pada pakem keris. Atau bisa juga melihat manfaat keris dengan cara menayuhnya. Sebuah keris cocok untuk seseorang belum tentu cocok bagi orang lain. Misalnya seoarang pedagang cocok menggunakan keris banyu mili, tetapi jika digunakan oleh pejabat akan kurang cocok karena angsar pusaka banyu mili hanya mampu menimbulkan aura gaib kelancaran rezeki dan tidak mampu menimbulkan aura kewibawaan dan kekuasaan.

Keris Sapuan Tangan

Beberapa hari lalu, Kamis (4/10), menjelang keberangkatan ke ibu kota, Joko Widodo (Jokowi) memperoleh tali asih dari karyawan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, berupa sebilah keris dan wayang Puntadewa. Dua benda budaya itu diserahkan saat apel terakhir Jokowi bersama karyawan Pemkot Solo, di halaman Balaikota. Keris tersebut ternyata bukan keris sembarangan, pembuatan keris tidak menggunakan teknologi pande, namun hanya dielus dengan tangan. Itu artinya, ketika membangun Jakarta nanti, Jokowi mesti mengedepankan sapuan tangannya yang halus, tanpa harus menyakiti rakyat, sebagaimana karakter Puntadewa. Keris yang tidak dibuat dengan pande, tetapi dengan sapuan tangan (pejetan tangan, Jawa) adalah keris istimewa karena hanya bisa dibuat oleh empu sakti sekelas Empu Suro dan Empu Sombro. (posmo)

Paranormal Abah Rahman

Melayani : Pemanis, pelarisan, kunci pasangan, pelet photo, susuk pengeretan, penunduk, pelet jaran goyang, semar mesem, benda-benda bertu...